Jumat, 06 Juni 2008

Beda nasyid dengan musik reliji lainnya

Apa beda nasyid dengan musik relijius Islami lainnya?


(Notes : perbedaan ini bukan berarti mempertentangkan atau memilah mana yang benar mana yang salah. Bukan! Perbedaan ini kami angkat hanya untuk mendefinisikan musik nasyid dibandingkan musik-musik Islami lainnya. Tentu saja keduanya (nasyid dan musik reliji) sangat baik dikonsumsi jiwa yang merindu Tuhannya.)


Jika kita lihat akarnya, maka akan jelas terlihat bedanya.

Dan akarnya adalah nasyid haroki ini.



Akar musik reliji (marawis, hadrah, gambus, qasidah, serta yang modern sekarang); adalah sufi. Musik ini populer dikembangkan oleh Al-Farabi di zaman keemasan Islam, terutama di Andalusia. Dimasa itu, banyak diciptakan alat musik baru. Salah satunya gitar, yang kini menjadi instrumen wajib sebuah band musik.

Musik sufi sangat kental pada nilai-nilai ruhiyyah. Masalah hati, puji-pujian kepada Allah dan Rasul serta para sahabat dan ulama, sangat terasa.


Sedangkan nasyid muncul pada awal abad 20. Dia adalah produk harokah Islamiyyah yang mencoba mengembalikan kejayaan Islam seperti dulu kala. Maka tidak heran, nasyid sangat kental nuansa jihad dan perjuangan. Bahkan nasyid yang bernada lembut-pun, tak lepas dari misi jihad serta izzul Islam wal Muslimin.

Dimasa kini, era globalisasi dimana semua bisa terpengaruh atau mempengaruhi lainnya; secara musikal, musik reliji dan nasyid semakin nisbi perbedaannya. Tapi jika kita tarik akarnya, akan terlihat jelas bedanya.

Jadi kalau ada yang bertanya : apa beda nasyid dengan musik reliji? Jawablah : nasyid itu berintikan jihad dan perjuangan dakwah.


(sekali lagi, bukan berarti musik reliji itu buruk. Bukan! Ini hanya mencari akar perbedaan untuk memudahkan definisi; bukan membesar-besarkan perbedaan itu. Toh semuanya baik dan bermanfaat bagi kaum Muslimin).

1 komentar:

joseplichpin mengatakan...

bagus juga infonya ... kebetulan lagi suka nasyid: Naseem Habbat A'laina